Quote

"..Oh darling I wish you were here.."

- Vanilla Twilight by Owl City
Quote

"when we are waiting, time seems to go slow, but when we are getting closed for what we waited for, we are freaked out out."

- Vex- (via daquebec)
Source: daquebec
Photo

Ketegangan ini diakibatkan karna kebohonganku padanya,”Aku bisa nyetir kok wuk! Ngeledek banget deh!” Padahal sebelumnya emang bisa nyetir, tapi di lapangan luas pake banget. Dan itu langsung diberhentikan pihak berwajib(berwajib diganti berhak-yaitu sang penumpang alias sang ibu dan pelatih) Alhasil, bisa dilihat, mukaku tegang ngga karuan dan Mirza-selaku korban-tidak terlihat tegang sama sekali karna tidak tau keadaan sebenarnya. -_-“

Photo
Day by day I go through beside him is the most precious moment I’ve ever had :)

Day by day I go through beside him is the most precious moment I’ve ever had :)

Chat
  • Aku: (Lagi ngotak-ngatik hp nunggu sms dari mirza-yg aku tau ga akan kunjung dateng)
  • Askal: Mbak, mesen nasgor yuk.
  • Aku: Ayok!
  • Askal: Mas, mau ngga?
  • Ganang: Apa?
  • Askal: Nasgor!
  • Ganang: Oh yaudah, mau deh.
  • Askal: Yok nyegat, siapa yg mau nyegat?
  • Aku, Ganang, Askal: #KRIK
Quote

"…jadi mes, kalo kita gamau disakitin, jangan nyakitin…"

- dian&ames (via diannyunyu)
Source: diannyunyu
Photo

Ada yang aneh ngga sih? -_-“

Link

SAMPAH?: So Sick-Female Version

diannyunyu:

I gotta change the station that I have

Cause all i hear is you

It just keeps reminding me

Of all the things we used to do

And I know that I should turn

Off the radio

But it’s the only place I hear your voice anymore

(It’s ridiculous)

It’s been months since I’ve spoken to you

(You aint…

Source: diannyunyu
Text

Siang itu hari yang tak begitu cerah, tapi hujan juga tidak berniat untung mendatangi tanah di bumi. Kami sebagai anak asrama yang saat itu masih tidak punya hal yang menyibukkan seperti halnya saat ini pun menjadi sangat bosan dengan keadaan waktu itu. Melihat ke arah hutan di samping kamar kami membuat kami mempunyai ide gila. Berjalan menelusuri hutan? Mungkin saat ini kami akan bilang,”berniat mencari ide bunuh diri atau apa?”. Tapi saat itu kami sedang “bosan”. Apapun bisa terjadi bila seorang anak SMA yang berasrama sedang merasakan hal itu. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan ide yang kami anggap seru pada waktu itu. Akhirnya, kami menelusuri lapangan sepak bola belakang sekolah yang kami pikir akan membawa kami ke tempat tujuan, yaitu hutan. Kami sempat takut akan ketahuan oleh satpam atau bahkan guru atau direktur asrama, tapi jalan sudah di depan mata. Akhirnya kami sampai di pintu kecil di belakang lapangan bola tersebut. Pikiran-ku pada waktu itu hanyalah,”ternyata ini pintu kesesatan yang selama ini mengeluarkan anak-anak yang kabur dari sekolah ini”. Dan sekarang kami menjadi salah satu dari mereka, salah satu dari anak-anak nakal yang kabur melalui pintu belakang. Kami sebenarnya tidak berniat kabur, kami hanya penasaran. Maklum saja, rasa bosan dan profesi kami sebagai pelajar tingkat SMA membuat rasa penasaran membuat hal yang tabu menjadi tak tabu bagi kami, membuat hal yang berbahaya menjadi menantang. Kami menelusuri jalan tak jelas arah-nya. Target kami saat itu hanya mencari jalan beraspal. Ada kata-kata yang secara spontan keluar dari mulut salah satu dari kami,”Aku bebas!”. Hal itu membuat orang yang mendengarnya akan mengira bahwa kami selama ini adalah narapidana yang terperangkap di penjara Al-catraz selama bertahun-tahun. Kami menelusuri jalan itu secara berurutan seperti gerbong kereta api yang tersesat bersama dan mencari jalan keluar dengan dipimpin oleh salah satu gerbong. Kami melihat binatang seperti kerbau di sawah. Dan didatangi oleh beberapa serangga di rerumputan. Dan akhirnya kami pun melihat jalan beraspal. Kami puas. Itulah akhir perjalanan kami. Sepele? Ya, memang. Tapi perjalanan ini tak terlupakan. Kami sebagai orang yang menjadi peran di cerita ini mengalami hal yang benar-benar tak terlupakan. Karena hanya kami yang merasakan, dan kami sangat mengerti debaran yang tak dapat didefinisikan dengan kata-kata itu. Akhirnya setelah menemukan tujuan kami (jalan beraspal), kami pulang dengan puas. Dan inilah yang membuat perjalanan ini tambah tak terlupakan. Saat itu ada seekor kerbau yang menatap ke arah kami. Sedangkan sang pemimpin rombongan sepertinya tidak menyadari tatapan tajam sang kerbau. Saya melihat dengan jelas tatapan kejam kerbau itu. Entah mengapa, mungkin karena kerbau tersebut merasa terancam karena kedatangan kami, sang kerbau langsung mengambil ancang-ancang untuk mengejar kami. Saat sang kerbau sedikit berlari, kami pun langsung menyebar ke arah yang berbeda-beda. Sang pemimpin berlari ke arah belakang, gerbong yang persis di belakang sang pemimpin gerbong berlari ke arah kanan, dan gerbong terakhir ke arah kiri. Kami berlari dengan jantung berdetak kencang dan diakhiri dengan tawa saat kami berhenti berlari dan menyadari bahwa aksi menegangkan tadi sangat menyenangkan. Kami pulang ke asrama dengan penuh perasaan ingin cerita. Tapi karena kami tau hal tersebut melanggar peraturan asrama, akhirnya kami memutuskan untuk menyimpan rahasia ini. Hanya kami bertiga yang tau petualangan obsesi menjadi bolang yang berujung menegangkan ini. :)